Sanlat SD Al Kautsar Bentuk Generasi Qurani

SD Al Kautsar menyelenggarakan pesantren kilat (Sanlat)  bagi 321 siswa kelas 6, Senin-Rabu (15-17/7/2019).

Kegiatan dibuka oleh Ketua Yayasan Al Kautsat,  Wagiso. Dalam pengarahannya,  Wagiso menegaskan kegiatan Sanlat ini bertujuan menanamkan sikap Islami atau akhlakul karimah kepada siswa.

Menurut dia,  kunci untuk mencapai sukses melalui kerja keras,  disiplin dan jujur.

“Semua ini adalah karakter,  jadi yang membuat sukses anak itu ke depannya adalah karakter yang tangguh,  unggul dan Islami, ” ujar Wagiso.

Untuk itu,  Kampus Al Kautsar,  lanjutnya, tidak hanya menggenjot kualitas akademik atau intelektual siswa, tapi juga membangun moral dan karakter Islami siswa.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala SD Al Kautsar,  Yus Indra. Menurut dia,  di era digitalisasi,  hampir semua anak sudah memegang handphone.

Melalui handphone tersebut,  anak bisa mendapatkan informasi apa saja,  baik informasi positif,  juga informasi negatif.

“Saat ini di rumah main Hp,  jadi fungsi keluarga mulai tergerus. Kalau sekolah membuat kebijakan siswa tidak boleh membawa dan menggunakan hp di sekolah,  ini demi membangun konsentrasi dan suasana belajar yang kondusif, ” kata Yus Indra.

Dia juga mengingatkan para orangtua untuk membatasi penggunaan hp pada anak di rumah.

Sementara itu,  Ketua Panitia Sanlat,  Tri Sunah menjelaskan tema Sanlat tahun “Anggun dalam bermoral,  Unggul dalam intelktual,  dan membentuk Generasi Qurani”.

Jika di tahun lalu ada materi manasik haji,  maka tahun ini difokuskan ke tahsin dan tahfiz quran.

Menurut Tri Sunah,  Sanlat ini memberikan dasar-dasar pendidikan agama Islam yang terdapat dalam kurikulum sekolah. Tindaklanjutnya nanti dalam pelajaran Agama Islam di kelas.

“Sanlat juga bertujuan  membentuk generasi qurani, ” tuturnya.

Tutor Sanlat bekerjasama dengan mubaligh dan mubaligah di Bandar Lampung.

Beberapa materi dan kegiatan Sanlat adalah praktik wudhu,  tayamum,  thaharah,  sujud sahwi,  praktik shalat,  tahsin,  tauhid,  shalat sunah jenazhah,  zikir,  dan kisah teladan.

Pada malam penutupan,  ujar Tri Sunah,  dilaksanakan muhasabah di masjid kampus Al Kautsar,  dan pemberian penghargaan kepada santri dan santriawan terbaik, serta hapalan terbanyak.

Selain kegiatan Sanlat,  pada hari yang sama juga digelar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS)  bagi siswa baru. Sosialisasi tentang tata tertib sekolah,  wawasan ke al kautsaran,  cara bersikap dengan guru,  cara bersikap dengan teman sebaya, serta cara belajar di sekolah disampaikan oleh guru kelas masing-masing. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *